Sekdes Cisetu diduga Tipu Pengusaha, Kades Cisetu Kec.Rajagaluh Tidak Tanggung Jawab

Majalengka – Dugaan penipuan dengan modus meminta dana talang terus bergulir. Motif yang terjadi, seorang perangkat desa memberikan iming-iming sebuah proyek. Diduga hal ini dilakukan oleh seorang Sekrertaris Desa/Ulis salah satu desa yang ada di kecamatan rajagaluh.  Proyek yang dijanjikannya adalah kegiatan Desa berupa rehabilitas jalan hotmik yang terletak di daerah Desa Cisetu Kecamatan Rajagaluh Kabupaten Majalengka Jawa Barat

 

 

Seseorang pengusaha dengan inisial IW, yang diduga korban PHP Ulis Lala sebagai pemutar roda organisasi desa cisetu kecamatan rajagaluh. IW mengatakan kepada pihak media 31/03, “Awal mula kurang lebih sekitar dua bulan kebelakang Lala menghubungi melalui pesan watshap kepada rekan saya inisial GN selaku perantara di pihak saya. Lala meminta dana talang untuk kebutuhan membayar pajak mobilnya senilai 3juta rupiah katanya sangat urgent, dengan menjanjikan akan memberikan satu pekerjaan rehab jalan hotmik desa cisetu dengan sumber keuangan dana desa tahap 1satu. Tak menunggu lama saat itu juga kami bergegas berangkat dari rumah menemui GN yang meminta kepada saya akan pertemukan dengan Lala di warung kuliner depan desa weragati kecamatan palasah atas permintaan Lala” Ungkap IW

 

 

Singkat cerita sambung IW, ketika bertemu disitu kami berempat duduk bareng sambil ngopi dengan Lala. Disitu Lala datang dengan menggunakan mobil honda jazz. Tak lama saya langsung berkomunikasi langsung dengan Lala, dirinya meminta dana talang yang tadinya melalui GV hanya meminta 3juta rupiah, namun tidak jadi, Lala minta tambah 1juta menjadi 4juta rupiah, dengan dalih yang satu 1juta untuk memenuhi kebutuhan bayar wifi dan listrik desa cisetu. Tanpa mempersulit kita mengikuti permintaanya, diterimalah oleh Lala dana talang dari saya 4juta rupiah, disitu kita saling memberikan nomor watshap guna melakukan komunikasi lebih lanjut. Ujarnya

 

 

Masih dengan IW, sesudah memberikan dana talang senilai 4juta rupaiah, pada saat itu, seiring berjalannya waktu Lala kembali menghubungi GN meminta tambah kebutuhan uang senilai 6juta rupiah, dia ingin dibulatkan nilai keseluruhan dana talang menjadi 10juta rupiah. Namun IW belum merealisasikan permintaanya, dikarenakan IW belum memegang dokumen berkas SPK atau RAB dari Lala. Jika dirinya sudah memberikan berkas-berkas tersebut kepada IW pasti tidak akan mempersulit, IW akan langsung memenuhi permintaanya. Tambahnya 30/03

 

 

“Terus terang saja saya kecewa, kalau tidak ada etika baik kami akan menempuh jalur hukum untuk memberikan efek jera. Bukan karena nominal uang, tetapi sikap seperti itu saya rasa tidak seharusnya dilakukan oleh sekretaris desa yang mengemban amanah dari pemerintah, serta diberikan kepercayaan oleh masyarakat. Menurut saya hal itu sangat tidak terpuji, mencoreng nama baik pemerintahan desa. Apa lagi Lala itu selain menjabat sebagai sekretaris desa, dirinya juga sebagai adik kandung dari kepala desa cisetu. Tindakan itu mungkin cukup memalukan, namun herannya Iwan sebagai pemangku kebijakan seolah tidak memberikan solusi adanya kejadian tersebut” Tutup IW saat ditemui oleh awak media di kediamanya 31/03

 

 

GN mengatakan, gelagat yang aneh muncul setelah sudah dekat pelaksanaan pekerjaan, saat GN meminta RAB dan SPK untuk persiapan pengerjaan kepada Lala. GN menghubungi Lala melalui sambungan telefon watshap tidak pernah diangkat, menghubungi melalui pesan aplikasi watshapnya juga tidak pernah dibalas. Padahal handphonya dalam keadaan aktif, disitu kecurigaan saya semakin besar. Tutur GN

 

 

Lebih lanjut karena adanya kejanggalan yang mencurigakan, GN beranjak menemui kepala desa Iwan Krisna dikantornya. Saat dikonfirmasi terkait pekerjaan tersebut Iwan Krisna sempat menjelaskan tidak tahu bahwa adik kandungnya yang menjabat sebagai sekretaris desa cisetu sudah meminta dana talang kepada pengusaha lain dengan menjanjikan pekerjaan jalan hotmik tersebut. Bahkan Iwan juga mengatakan, kegiatan tersebut akan dikerjakan oleh pihak ketiga sebagai rekananya. Sambung GN

 

 

Dengan kecurigaannya seiring berjalannya waktu untuk GN membuktikan apa yang pernah diutarakan oleh Iwan, kemudian GN melakukan investigasi mendatangi ke titik lokasi kegiatan. Ternyata kecurigaan GN terbukti, bahwa proyek tersebut sudah selesai dikerjakan oleh rekanan Iwan. Paparnya

 

 

“Kegiatan tersebut sudah dikerjakan oleh rekanan Iwan Kepala Desa Cisetu pada hari kamis tanggal 21-03-2024. Yang mana dilokasi pekerjaan juga tidak terdapat papan proyek atau papan informasi kegiatan” Kata GN

 

 

GN menambahkan, saat di lokasi kegiatan dirinya juga sempat melakukan konfirmasi kepada salah satu warga desa cisetu yang tidak mau di expose namanya. Warga tersebut mengatakan “Saya tidak tahu anggaranya, lokasinya di blok Sabtu RT. 003 RW. 005. Ulis mah ga ada, ga pernah datang ke desa waktu pas mau nikahan juga. Saya juga sama, sudah dicarikan pinjaman, emang biasanya bener. Harus dapat mengusahakan mencarikan pinjaman. Coba kerumahnya yang belok ke arah cirebon” Jawab warga 30/03

 

 

Terpisah seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya didalam pemberitaan mengatakan kepada pihak media, bahwa kegiatan rehabilitas jalan hotmik berlokasi di daerah desa cisetu kecamatan rajagaluh. Bersumber dari keuangan dana desa cisetu tahap 1satu tahun 2024. Kegiatan tersebut sudah dikerjakan pada hari kamis tanggal 21-03-2024. Menurut narasumber Iwan diduga mendapatkan fee dari pihak ketiga rekananya yang mengerjakan. Dalam pantauan narasumber dilokasi kegiatan tersebut diduga sengaja tidak dipasang papan proyek. Terangnya 30/03

 

 

GN mengatakan, pada hari Jumat tanggal 29/03 saat dihubungi melalui pesan watshapnya Lala kembali memberikan harapan pekerjaan yang bersumber dari banprof untuk penggantinya. Lala juga berjanji akan mengirimkan bukti transfer dari brilink untuk mengembalikan uang. Namun sampai detik ini tidak ada kabar yang dijanjikan oleh Lala. Kesal GN

 

 

GN mengungkapkan, susahnya meminta keterangan dari Iwan Krisna sebagai pemangku kebijakan, lalu dirinya melakukan konfirmasi kepada bendahara desa cisetu kecamatan rajagaluh melalui sambungan pesan aplikasi watshap tentang kegiatan yang sudah dilaksanakan, bendahara menjawab “Kegiatan dari dana desa RAB Rp. 111.732.000 termasuk pajak PPN PPH blok Sabtu” Terang bendahara desa. Namun saat diminta keterangannya mengenai tidak dipasangnya papan proyek dilokasi kegiatan, bendahara tidak memberikan jawabanya. 29/03

 

 

Kemudian pada hari sabtu tanggal 30/03 tim media kembali meminta keterangan dari Iwan Krisna sebagai pemangku kebijakan didesa cisetu kecamatan rajagaluh. Ke sekian kalinya dihubungi melalui sambungan pesan aplikasi watshap dengan nomor +62 813-xx63-xx26 sampai berita ditayangkan Iwan tetap saja tidak memberikan jawaban.

 

 

Kemudian lanjut GN karena Lala tidak konsisten dengan janji-janjinya, pada hari Senin 01/04 GN memutuskan untuk mendatangi kantor sekda kabupaten majalengka dimana istrinya berkerja sebagai PNS. GN mencari informasi untuk mendapatkan nomor handphon istri Lala. Sesudah mendapatkan nomor handphon istri dari Lala, GN bergegas mengirimkan beberapa link pemberitaan ke nomor watshap istrinya, disitu GN baru menghasilkan jawaban dari Lala, dan memohon kepada GN tidak untuk melibatkan istrinya dalam hal ini, Lala mengatakan melalui sambungan pesan watshapnya

 

 

“Maaf kang tidak bermaksud untuk menipu, masalah kemarin saya miskomunikasi dengan kades, masalah pinjaman besok siang sama saya dikembalikan lagi, mohon maaf cuman perlu diketahui saya tidak enak kalau masalah ini di sangkut pautkan dengan istri. Ini urusan saya, bukan urusan istri. Sekali lagi saya minta maaf kang” pungkas Lala 01/04

(Tim/red)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *