BUSERJATIM.COM GROUP-Madiun,-Dalam sorotan yang semakin tajam terhadap praktik Notaris Atik, sejumlah pemohon yang muncul dengan keluhan terus bertambah. Tyawanaji, yang mewakili Basuki, menegaskan bahwa situasi semakin memburuk dengan sejumlah pemohon yang telah menunggu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun tanpa hasil yang memuaskan.
Menurut Tyawanaji, ada pemohon yang sudah menunggu selama dua tahun, satu tahun, bahkan sekitar sebelas bulan, dengan total uang yang telah dikeluarkan mencapai kisaran 18 hingga 29 juta rupiah. Namun, yang lebih mengkhawatirkan adalah adanya isu bahwa beberapa pemohon meninggal dunia sebelum urusan mereka dengan Notaris Atik terselesaikan.
“Pemohon meninggal namun urusannya dengan Notaris Atik masih belum terselesaikan. Ini adalah situasi yang sangat mengkhawatirkan,” ujar Tyawanaji dengan nada serius.
Sementara itu, Basuki, melalui perwakilannya, menambahkan bahwa kegagalan Notaris Atik untuk menyelesaikan urusan dengan tepat waktu telah menyebabkan penderitaan dan kerugian finansial bagi banyak orang.
“Kami tidak akan tinggal diam melihat banyaknya korban yang terus bertambah akibat kelambatan Notaris Atik. Seruan untuk mengambil tindakan lebih lanjut sangat mendesak,” tegas Tyawanaji.
Kami akan terus memantau perkembangan terkait skandal ini dan memberikan informasi lebih lanjut seiring berjalannya waktu.
Tim






