Pemohon bereaksi :Oknum Notaris Atik Dituduh Lambat,Korban Meninggal Belum selesai

 

BUSERJATIM.COM GROUP-MADIUM-Sebagai tanggapan atas pernyataan yang telah disampaikan sebelumnya, Notaris Atik Prihartatik, yang berkantor di Desa Ngepeh, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, memberikan klarifikasi atas tuduhan yang disampaikan oleh pihak lain.

Bacaan Lainnya

Basuki telah mengklarifikasi bahwa janji yang disampaikan oleh Notaris Atik tidak terpenuhi, dan ada dugaan terkait penundaan dalam proses penerbitan sertifikat tanah yang telah berlangsung selama dua tahun. Basuki juga menyoroti jumlah uang yang telah dikeluarkan tanpa hasil yang memuaskan.

Dalam klarifikasi tersebut, Basuki menegaskan bahwa informasi yang diberikan kepada media memiliki tujuan untuk membuka kebenaran dan mengungkap ketidaksetiaan dalam pelaksanaan janji yang telah dibuat. Dia juga menegaskan bahwa pemberitaan yang muncul sebagai hasil klarifikasi tersebut merupakan langkah yang diambil untuk menutupi ketidakadilan yang dialami.

Namun demikian, perlu diingat bahwa klarifikasi di media lain tidak berimbang yang menyatakan bahwa atik menepati janji itu bohong besar,karena hanya pihak atik yang di klarifikasi, satu pun media tidak berani klarifikasi ke basuki .

“media yang memberitakan atik menepati janji itu ngawur,kalau media itu profesional saya juga harus di klarifikasi bukan satu pihak,dengarkan dan tulis perkataan saya” dengan penuh emosi basuki mengatakan ke media ………..

Hal ini menunjukan ketidak profesionalnya berita yang beredar selama ini

“Kurang lebih satu minggu yang lalu juga ada orang kesini karena melihat tiktok saya terkait oknum notaris tersebut dan beliau mengatakan bahwa sudah 2 tahun dan sudah habis puluhan juta juga belum jadi sampai sekarang’tambahnya

Dalam kontroversi antara Basuki dan Notaris Atik Prihartatik, beberapa hal perlu ditekankan untuk memastikan keseimbangan dalam pemberitaan:

Pentingnya Perspektif Berimbang: Klarifikasi dari pihak yang terlibat, baik dari Basuki maupun Notaris Atik, harus diberikan ruang yang sama dalam media. Ini penting untuk memastikan bahwa semua pihak memiliki kesempatan untuk menyampaikan pandangan mereka.

Ketidaksetaraan dalam Klarifikasi Media:
Kritik terhadap ketidak berimbangan klarifikasi dalam media perlu diperhatikan. Jika hanya satu pihak yang diklarifikasi, sementara pihak lain tidak, hal ini dapat menciptakan kesan ketidakadilan dan ketidakseimbangan dalam pemberitaan.

Pentingnya Investigasi Mendalam: Informasi yang diberikan oleh Basuki dan orang lain perlu diinvestigasi lebih lanjut untuk memastikan kebenarannya. Ini termasuk penyelidikan terhadap tuduhan penundaan dalam penerbitan sertifikat tanah dan pengeluaran uang yang disebutkan oleh Basuki.

Tyawanaji, yang mewakili Basuki, menyampaikan bahwa semakin banyak pemohon yang muncul dengan keluhan terhadap oknum Notaris Atik. Beberapa di antaranya telah menunggu selama dua tahun, satu tahun, dan sekitar sebelas bulan dengan total uang yang telah dikeluarkan mencapai antara 18 hingga 29 juta rupiah. Selain itu, ada juga isu bahwa ada pemohon yang telah meninggal namun urusan mereka dengan Notaris Atik belum terselesaikan. Hal ini menekankan pentingnya mengambil tindakan lebih lanjut terhadap perilaku Notaris tersebut untuk mencegah terjadinya lebih banyak korban di masa depan.

Dengan memperhatikan aspek-aspek di atas, kami akan terus memantau perkembangan situasi ini dan menyajikan informasi dengan keseimbangan dan integritas yang sesuai dengan standar jurnalisme yang baik.

Tim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *