Puluhan Generasi Z Menjadi Joki di Kopdar Layangan Bulupitu 2026*

MALANG, Ainews.id– Langit di kawasan perkebunan tebu Desa Bulupitu, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Minggu (13/9/2026), tampak berbeda.

Ratusan layangan menghiasi udara dalam kegiatan Kopdar Kamratan Bulupitu 2026 dan di ikuti puluhan kelompok komunitas layangan se-Kabupaten Malang .

Sejak sekitar pukul 13.00 WIB, para penghobi layangan mulai memadati area perkebunan. Satu per satu layangan diterbangkan hingga menjelang petang sekitar pukul 18.30 WIB. Tradisi yang selama ini identik dengan permainan masyarakat pedesaan tersebut kini justru semakin digandrungi kalangan Generasi Z (Gen Z).

“Kegiatan tersebut bukan hanya menjadi ajang menerbangkan layangan, tetapi sekaligus menjadi ruang silaturahmi dan mempererat persaudaraan antarkomunitas penghobi layangan di Kabupaten Malang”.Ujar Panitia setempat

Tradisi Lajangan Madura di Indonesia memiliki beragam bentuk dan tradisi. Salah satu yang memiliki karakter sangat kuat adalah tradisi lajangan masyarakat Madura.

Dalam tradisi Madura, dikenal istilah *lajangan*, sementara layangan yang menggunakan perangkat penghasil bunyi dikenal dengan *sawangan*.

Komunitas pelestari layangan *sawangan Madura* hingga kini masih mengenalkan berbagai karakter suara seperti rajèh, ageung, bungkol, ngerrik, ngeranang, ngeroduk, aderruk, hingga ngelottor.

Adapun Jenis bentuknya pun memiliki istilah khas, antara lain Len Bulenan atau layangan berbentuk bulan, Kak Sekaan/Nok Manokan/Tok Sekak, Tok Lakek/Tong Gentongan/Dek Budegen, Tok Ancak, hingga Tok Dereh yang menyerupai ekor merpati.

Tidak hanya para pemain lama, generasi muda juga terlihat aktif mengambil bagian.

“Yang menarik, sekarang bukan hanya orang tua. Anak-anak muda Gen Z juga banyak yang menjadi joki. Usianya mulai 15 tahun sampai sekitar 45 tahun,” ujar salah satu penghobi layangan di lokasi.

Fenomena tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa permainan tradisional tidak selalu ditinggalkan oleh perkembangan zaman. Justru dengan sentuhan komunitas dan kreativitas anak muda, layangan kembali menjadi aktivitas yang menarik.(Red)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *