SORONG PBD, BUSERJATIM.COM GROUP- Upaya memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah terus diperkuat oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui berbagai skema pembiayaan. Di wilayah Papua, langkah ini mulai menunjukkan hasil nyata dengan penyaluran kredit perumahan yang terus tumbuh signifikan hingga akhir April 2026.
Hingga 27 April 2026, BRI mencatat realisasi penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) di kawasan Papua mencapai Rp258,9 miliar yang diberikan kepada 610 debitur. Angka tersebut mencerminkan meningkatnya kebutuhan sekaligus minat masyarakat terhadap hunian layak, terutama di wilayah timur Indonesia yang selama ini menghadapi keterbatasan akses pembiayaan.
Dari total penyaluran tersebut, pembiayaan lebih banyak mengalir ke sisi penyediaan (supply) sebesar Rp174,4 miliar, sementara Rp84,5 miliar disalurkan untuk sisi permintaan (demand). Komposisi ini menunjukkan bahwa pembangunan perumahan baru masih menjadi faktor penting dalam mendorong pemerataan hunian di Papua.
Sebaran pembiayaan juga menunjukkan dominasi di beberapa wilayah utama. Provinsi Papua menyerap porsi terbesar, diikuti Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Selatan. Sementara itu, daerah lain seperti Papua Pegunungan dan Papua Barat Daya turut mendapatkan alokasi meski dalam proporsi yang lebih kecil.
Direktur Consumer Banking BRI, Aris Hartanto, menilai bahwa kawasan timur Indonesia menyimpan potensi besar dalam sektor perumahan. Menurutnya, kebutuhan rumah yang tinggi harus diimbangi dengan pendekatan pembiayaan yang adaptif terhadap kondisi geografis dan sosial masyarakat setempat.
Ia menegaskan bahwa BRI tidak hanya berfokus pada penyaluran kredit, tetapi juga membangun ekosistem pembiayaan yang berkelanjutan melalui kolaborasi dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan bahwa pembangunan perumahan dapat berjalan seimbang antara kebutuhan masyarakat dan ketersediaan unit hunian.
Komitmen tersebut juga diperkuat melalui dukungan terhadap program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), yang menawarkan suku bunga rendah bagi masyarakat. Hingga April 2026, BRI telah menyalurkan ribuan unit rumah melalui skema ini dengan nilai pembiayaan mencapai puluhan triliun rupiah secara nasional.
Secara keseluruhan, kinerja BRI dalam penyaluran KPP juga mencatat capaian tinggi di tingkat nasional, dengan realisasi mendekati target tahunan. Hal ini menempatkan BRI sebagai salah satu kontributor terbesar dalam pembiayaan perumahan di Indonesia.
Lebih dari sekadar membantu masyarakat memiliki rumah, penyaluran pembiayaan ini juga memberikan dampak ekonomi yang luas. Aktivitas pembangunan perumahan mendorong pertumbuhan sektor konstruksi serta membuka peluang bagi pelaku UMKM, terutama di bidang material bangunan dan jasa pendukung lainnya.
Dengan dukungan jaringan layanan yang menjangkau hingga pelosok serta skema pembiayaan yang semakin terjangkau, BRI optimistis mampu terus memperluas akses kepemilikan rumah di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah-daerah yang selama ini sulit dijangkau layanan perbankan.
(TK)





