Update Hari Ke-11 Pencarian Korban Longsor di Kecamatan Cisarua

Kepolisian Daerah Jawa Barat melalui Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jabar menyampaikan perkembangan terbaru penanganan dan identifikasi korban bencana tanah longsor di Kampung Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada hari ke-11 proses pencarian, Selasa 3 Februari 2026.

Hingga pukul 17.00 WIB, Pos DVI Polda Jawa Barat telah menerima sebanyak 85 kantong jenazah. Dari jumlah tersebut, 67 kantong jenazah telah berhasil diidentifikasi dan seluruhnya telah diserahterimakan kepada keluarga korban melalui Pos Ante Mortem DVI Polda Jabar.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H. menjelaskan bahwa dari hasil identifikasi tersebut terdapat dua individu yang memiliki identitas yang sama, masing-masing berasal dari dua kantong jenazah, sehingga total terdapat empat kantong jenazah milik dua individu.

“Dari 67 kantong jenazah yang telah teridentifikasi, terdapat dua individu yang identitasnya sama, masing-masing berasal dari dua kantong jenazah. Seluruh jenazah yang telah teridentifikasi tersebut sudah kami serahkan kepada keluarga korban,” ujar Kombes Pol. Hendra Rochmawan.

Selain itu, Tim DVI juga menerima satu kantong jenazah berisi tulang yang setelah dilakukan pemeriksaan forensik dinyatakan bukan merupakan korban longsor, karena diperkirakan telah berusia lebih dari satu tahun.

Adapun 15 kantong jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi, dengan rincian:
1. 2 kantong jenazah berada di Pos DVI Polda Jabar dan saat ini menjalani proses ante mortem dan post mortem,
2. 13 kantong jenazah berada di RS Sartika Asih.

Lebih lanjut, Kabid Humas Polda Jabar menyampaikan bahwa sejak hari ketiga pencarian, Pos DVI menerima 108 laporan orang hilang dari masyarakat. Namun setelah dilakukan klarifikasi dan pencocokan data oleh Tim Ante Mortem DVI Polda Jabar, jumlah laporan tersebut disimpulkan menjadi 104 orang, karena terdapat beberapa laporan yang merujuk pada orang yang sama.

“Kami terus melakukan klarifikasi data laporan orang hilang. Dari 108 laporan awal, setelah diverifikasi menjadi 104 laporan karena ditemukan adanya pelapor yang melaporkan orang yang sama,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa sejak hari keenam pencarian, kondisi jenazah di lapangan mengalami pembusukan cepat, namun Tim DVI masih mampu melakukan proses identifikasi melalui metode teknis forensik.

“Meskipun kondisi jenazah mengalami pembusukan cepat, tim ante mortem dan post mortem masih dapat menyiasatinya dengan teknik forensik sehingga identitas korban tetap bisa ditelusuri,” tambah Kombes Pol. Hendra.

Dalam rangka menjaga kesehatan dan keselamatan personel di lapangan, Polda Jabar secara rutin melakukan penyemprotan disinfektan kepada tim SAR, serta memberikan vitamin dan suplemen kesehatan guna menjaga stamina selama proses pencarian.

Sebagai bentuk dukungan dan apresiasi atas dedikasi tim SAR, Kapolda Jawa Barat dijadwalkan akan memberikan bantuan serta motivasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam pencarian korban longsor.

Polda Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk terus melaksanakan proses pencarian dan identifikasi korban secara maksimal, profesional, dan humanis hingga seluruh korban dapat teridentifikasi dengan baik.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *