Lanny Jaya, 18 JUNI 2025 – Dalam rangka memastikan disiplin, kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP), serta meningkatkan profesionalisme anggota, Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Lanny Jaya telah melaksanakan kegiatan pengecekan senjata api (senpi) secara menyeluruh. Pengecekan ini ditujukan khusus kepada personel yang bertugas dalam pengamanan alokasi dana desa.
Aktivitas penting ini digelar pada hari Rabu, pukul 09.30 WIT, di lingkungan Polres Lanny Jaya, dengan fokus utama pada kelengkapan, kondisi, dan kesesuaian SOP penggunaan senjata api yang dibawa oleh setiap anggota.
Kepala Seksi Propam (Kasi Propam) Polres Lanny Jaya, Ipda Hendro Kbarek, memimpin langsung dan mengawasi setiap tahapan kegiatan ini. Beliau didampingi oleh anggota Sie Propam, Brigpol Amin Nasrullah dan Ede, yang turut memeriksa detail setiap senpi.
Dalam momen krusial pengecekan ini, Ipda Hendro Kbarek menyampaikan arahan yang sangat tegas dan mendalam kepada seluruh personel. Beliau tanpa henti menekankan pentingnya bagi setiap anggota yang membawa senjata api untuk senantiasa bertindak dan berpedoman teguh pada SOP yang berlaku, tanpa toleransi sedikitpun.
“Penggunaan senjata api bukan hanya soal memegang alat, tetapi juga soal tanggung jawab moral dan hukum yang sangat besar,” tegas Ipda Hendro dengan serius. “Setiap butir peluru yang kita bawa, setiap tarikan pelatuk, harus sesuai aturan dan prosedur yang telah ditetapkan. Ini demi keamanan bersama, tidak hanya bagi personel itu sendiri dalam menjalankan tugasnya, tetapi juga demi keselamatan dan rasa aman bagi masyarakat yang kita layani,” tambahnya.
Beliau juga mengingatkan bahwa kepatuhan terhadap SOP adalah cerminan profesionalisme Polri, serta upaya pencegahan agar tidak terjadi penyalahgunaan wewenang atau insiden yang tidak diinginkan di lapangan. “Pahami betul aturan mainnya, laksanakan dengan hati-hati, dan ingatlah selalu bahwa senjata yang dipercayakan kepada kita adalah untuk melindungi, bukan untuk mencederai jika tidak dalam kondisi yang darurat dan sesuai prosedur hukum,” pungkas Ipda Hendro, menekankan pentingnya pelatihan dan pemahaman yang berkelanjutan.
Hingga kegiatan selesai, seluruh rangkaian pengecekan berjalan aman dan kondusif. Tidak ditemukan adanya pelanggaran atau ketidaksesuaian terkait penggunaan maupun kepemilikan senjata api.(rd)






