DLHKP Kabupaten Kediri dan Yayasan Hijau Daun Mandiri Berkolaborasi untuk Lingkungan

KEDIRI, AINEWS.ID – Menjelang akhir tahun, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri menggelar kampanye pembatasan sampah di acara Car Free Day (CFD) yang berlangsung di Jl. Pb. Sudirman, Pare, pada Minggu, 8 Desember 2024. Kegiatan ini diadakan sebagai respons terhadap meningkatnya jumlah sampah plastik yang sulit terurai, dan bertujuan untuk mengedukasi masyarakat serta mengajak mereka berperan aktif dalam upaya pengurangan sampah plastik.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Putut Agung Subekti, menegaskan pentingnya kampanye ini. “Sebelum acara ini, kami telah melaksanakan kampanye serupa di Simpang Lima Gumul (SLG) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan isu sampah. Kolaborasi dengan Yayasan Hijau Daun Mandiri sebagai mitra pelaksana diharapkan dapat meningkatkan efektivitas kampanye ini,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Dalam acara CFD tersebut, DLH menurunkan sekitar 40 relawan yang dibagi dalam empat zona di kawasan Pare. Para relawan tidak hanya berperan dalam memberikan edukasi kepada pengunjung, tetapi juga melakukan razia sampah plastik untuk memastikan kebersihan lingkungan. “Kami ingin memberikan pemahaman langsung mengenai bahaya penggunaan plastik sekali pakai dan mendorong masyarakat untuk beralih kepada alternatif yang lebih ramah lingkungan,” terang Arman Fuadi, Kabid Pengelolaan Sampah dan B3 DLH.

Program ini bertujuan agar masyarakat tidak hanya mendukung kegiatan di saat CFD, tetapi juga menerapkan pola hidup lebih peduli lingkungan dalam kehidupan sehari-hari, seperti saat berbelanja di pasar. “Langkah kecil ini sangat berarti untuk meringankan beban bumi kita,” tambah Arman.

Dalam konteks tersebut, Ketua Yayasan Hijau Daun Mandiri, Endang Pertiwi, menjelaskan pentingnya solusi praktis dalam menangani masalah sampah plastik. “Kami telah menyediakan tas belanja guna ulang dan wadah thinwall yang dapat dicuci dan digunakan kembali. Harapan kami, produk-produk ini dapat membantu masyarakat lebih sadar akan pentingnya mengurangi penggunaan plastik,” ungkapnya.

Respon positif juga datang dari masyarakat setempat. Reany Insyiroh, seorang pedagang yang berjualan di depan RRI Pare, menyatakan, “Saya senang dengan adanya kampanye sampah ini. Kegiatan ini sangat baik untuk menjaga kebersihan lingkungan, dan memudahkan kami untuk berjualan.” Dalam kegiatan tersebut, para pedagang juga menerima wadah dari Mika yang dapat menggantikan plastik, yang dianggap sebagai langkah nyata untuk mendukung kegiatan ramah lingkungan.

Kampanye ini tidak hanya sekedar ajakan untuk menjaga kebersihan, tetapi juga merupakan gerakan bersama untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat. Kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus dilakukan agar masyarakat memiliki kesadaran yang tinggi mengenai pentingnya menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan. Dengan partisipasi aktif dari semua pihak, diharapkan permasalahan sampah plastik dapat dikurangi dan lingkungan menjadi lebih bersih dan sehat untuk generasi mendatang. (Rob)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *