Majalengka. Kemenangan pasangan Prabowo Gibran di pemilihan presiden (pilpres) tahun 2024 merupakan tonggak sejarah keikutsertaan milenial dalam pesta demokrasi akbar rakyat Indonesia. Meskipun belum ada keputusan final dari KPU, namum semua Lembaga Survei ternama memperlihatkan hasil Quick Qount yang menunjukan kemenangan Prabo Gibran dengan angka diatas 50%. Jika hasil ini tak berbeda jauh dengan hasil perhitungan KPU, maka dipastikan pilpres akan berlangsung 1 putaran
Majunya Gibran Rakabuming Raka sebagai calon presiden menimbulkan banyak kontroversi yang bergulir hingga sekarang. Berbagai tudingan dan teori konspirasi membanjiri jagat media televisi, media online dan media sosial, namun yang paling menarik adalah pendapat yang mengatakan bahwa Gibran mampu menyedot suara pemilih Milenial dan Gen Z
Menurut keterangan beberapa sumber, generasi Y atau Milenial adalah mereka yang lahir pada tahun 1981 hingga 1996. Sementara generasi Z adalah mereka yang lahir pada tahun 1997 hingga 2012. Dikutip https://opendata.jabarprov.go.id/ pada pemilu tahun 2024, dari 204.807.222 orang yang punya hak pilih, 55% atau sekitar 114 juta diantaranya adalah suara Gen Z dan milenial. Itu artinya, suara anak muda bakal punya kekuatan super besar dalam menentukan hasil pesta demokrasi
Pasangan senior dan milenial diprediksi akan menjadi tren pasangan calon kepala daerah yang akan bertarung di pilkada serentak bulan November 2024. Hal ini demi menggaet suara pemilih melenial dan Gen Z yang sangat besar, setidaknya slogan-slogan ataupun program calon kepala daerah akan berbau pro milenial dan Gen Z
Nuansa pilkada Majalengka sudah mulai memanas, hingga saat ini baligo maupun jagat media sosial baru menampilkan 3 calon Bupati yang disebut-sebut akan bertarung. Ketiga calon tersebut adalah H. Karna Sobahi yang merupakan Bupati Majalengka periode 2018 – 2023, H. Eman Suherman yang saat ini menjabat sekretaris daerah kabupaten Majalengka, serta Nana “Berkah” seorang pengusaha sukses yang kabarnya akan maju dari jalur independen
Selain ketiga tokoh tersebut, ada tokoh-tokoh lain yang hingga saat ini belum menyatakan akan ikut bertarung di panas dan ganasnya pilkada Majalengka tahun 2024. Diantaranya adalah H. Rona Firmansyah (ketua DPD PAN), Pepep Saeful Hidayat (anggota DPRD Provinsi Jabar dari PPP), Nurhasan Zaidi (anggota DPR dari PKS), Abdul Toyib (mantan kades Ciborelang), Fuad Abdul Azis (anggota DPRD Majalengka dari Demokrat), H. Asep Eka Mulyana (ketua DPD Golkar), Fajar Shidik (ketua DPC PPP), Maman Imanulhaq (anggota DPR dari PKB) dan Jefry Romdonny (anggota DPR dari Gerinda)
Mengesampingkan koalisi diantara calon Bupati dan tokoh-tokoh tersebut, milenial Majalengka tentunya tak bisa dianggap remeh. Mereka adalah calon-calon pemimpin masa depan yang layak diperhitungkan di kontestasi pilkada Majalengka 2024. Bisa saja milenial Majalengka ini akan dijadikan magnet oleh calon Bupati untuk meraih dukungan dari kalangan milenial dan gen z. Meskipun belum bisa mendapatkan data pasti jumlah suara pemilih rentang usia ini di Majalengka, tapi diperkirakan angkanya mendekati atau diatas 50%
Dari hasil pengamatan dan pendapat beberapa sumber, berikut ini beberapa tokoh melinial yang kompeten dan layak serta memiliki pendukung untuk bertarung di Pilkada Majalengka 2024 :

Irfan Nur Alam yang akrab disapa Aa Irfan tak lain adalah putra dari H. Karna Sobahi. Aa Irfan memiliki rekam jejak karir ASN yang bagus dan kini menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia kabupaten Majalengka serta ketua Dewan Korpri Majalengka. Pernah santer dikabarkan bahwa Aa Irfan akan maju menjadi calon Bupati Majalengka menggantikan ayahnya, namun isu tersebut kini menghilang

Aceng Sunanto yang akrab disapa Jiceng adalah pengusaha kosmetik yang sukses asal desa Tenjolayar kecamatan Cigasong. Jiceng kini menjabat sebagai bendahara umum nasional Beta Gibran, relawan pendukung Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024. Rekam jejak politik Jiceng adalah sebagai wakil sekretaris DPC PDI Perjuangan semasa diketuai H Sutrisno, dia juga pernah menjabat sebagai ketua KNPI kabupaten Majalengka

Dena M Ramdhan adalah tokoh pengusaha konstruksi muda yang kini menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) kabupaten Majalengka. Dena juga pernah aktif di Taruna Merah Putih dan dekat dengan Maruarar Sirait. Saat Pilpres, Dena mendukung Prabowo Gibran melalui relawan Sahabat Bang Ara

Fajar Shidik adalah anggota DPRD Majalengka merangkap ketua DPC PPP kabupaten Majalengka. Fajar juga pernah menjabat sekretaris KNPI semasa Jiceng, kini Fajar berhasil unggul dan meraih kursi DPRD dapil IV untuk kedua kalinya

Enther Nizar adalah ketua MPC Pemuda Pancasila kabupaten Majalengka yang terpilih secara aklamasi untuk kedua kalinya. Dia merupakan anak dari seorang tokoh besar Pemuda Pancasila, Alm H. Nazar Hidayat yang akrab disapa Abah Encang. Enther sendiri diketahui aktif di Partai Amanat Nasioanal

Ryan Naufal Luthfi yang akrab disapa Aa Datux adalah seorang pengacara muda asal Talaga, dia merupakan ketua Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Majalengka (IKA FH Unma). Ryan sendiri menjadi kuasa hukum Wakil Bupati Majalengka periode 2018-2023, Tarsono D. Mardiana. Kedekatan dengan Wabup Tarsono sepertinya merupakan sebuah pendidikan politik yang akan dia gunakan untuk bekal meniti karir politik kedepan di kabupaten Majalengka

Asep Rahmat adalah seorang tokoh muda pergerakan yang kini menjadi kepala desa Payung kecamatan Rajagaluh. Kabarnya dia menang telak saat pemilihan kepala desa Payung pada pilkades serentak tahun 2023. Mengamati gerak langkah Asep Rahmat, disinyalir pertarungan pilkades adalah langkah awal menuju karier politik yang lebih tinggi

Efrans Galuh adalah tokoh muda asal kecamatan Rajagaluh, dia aktif di Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN). Di pileg Februari kemarin, Efrans dikabarkan meraih suara terbanyak PAN di dapil III dan mengantarkannya duduk di kursi DPRD Majalengka
(AL – Pres Matamaja Group)






